/***************************************** Anti Copy ******************************************/
Belajar Memang Membuat Lelah,
Namun Jika Tidak Pernah Belajar,
Maka Suatu Hari Nanti Hidup Kita Akan Jauh Lebih Melelahkan
WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Gambar Teknik Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gambar Teknik Listrik. Tampilkan semua postingan

Lanjutan BAB I

Peralatan dan Kelengkapan Gambar Teknik

H.    Kelengkapan Gambar Teknik

Kelengkapan gambar teknik terdiri dari beberapa macam. Tahukah kamu kelengkapan gambar teknik? Pernahkah kamu menggunakannya? Ayo pelajari uraian materi berikut dengan cermat!

Kelengkapan gambar teknik antara lain sebagai berikut:

1.    Busur Derajat

Busur derajat terbuat dari logam (alumunium) ataupun plastik. Pada busur derajat termasuk alat ukur sudut yang hasil pengukurannya dapat langsung dibaca pada skala ukurnya. Busur derajat memiliki garis-garis pembagi dari 0º sampai dengan 180º. Pada alat ini digunakan untuk mengukur sudut dan membagi sudut.


Busur Derajat

 

2.    Pita Gambar atau Selotip

Pita gambar atau selotip digunakan untuk menempelkan kertas gambar di atas papan gambar. Pada pita gambar memiliki daya lekat yang cukup untuk menempelkan kertas gambar dan tidak merusak kertas saat dilepas.

 

3.    Alas Kertas Gambar

Alas kertas gambar digunakan untuk menghindari adanya bekas-bekas garis dan tusukan jarum dari jangka. Pada alat kertas gambar terbuat dari plastik lunak, karet magnetik, atau pita tipis dari baja tahan karat.

 

4.    Papan Gambar dan Meja Gambar

Papan gambar dan meja gambar harus memiliki pengukuran yang rata dan tepi yang luas, dimana penggaris T dapat digeser. Pada papan gambar dan meja gambar terbuat dari kayu. Meja gambar dapat diatur kemiringan secara manual dan hidrolik sesuai dengan kebutuhan. Pada meja gambar manual pergerakan kemiringan dan naik turunnya daun meja bekerja dengan sistem mekanik. Sedangkan meja gambar hidrolik kemiringan dan naik turunnya daun meja gambar dengan menggunakan sistem hidrolik.


Meja Gambar

 

5.    Mesin Gambar

Mesin gambar termasuk alat yang dapat menggantikan fungsi alat-alat gambar lainnya seperti busur derajat, penggaris T, segitiga, dan ukuran. Pada mesin gambar dilengkapi dengan mekanisme gerak sejajar yang terdiri dari 4 batang penghubung (link). Sepasang batang penghubung dipasang secara tetap pada sebuah alat yang dapat dipasang pula pada papan gambar. Pada pasangan lainnya ditempatkan sepasang penggaris tegak lurus dan dapat diputar pada sudut yang dikehendaki. Alat ini dapat dapat ditarik garis-garis sejajar dan garis tegak lurus dengan mudah.

Mesin gambar jenis mekanisme batang ini terdapat mesin gambar yang tidak menggunaka batang penghubung. Sebagai gantinya dipakai roda-roda dan pita baja. Berikut tabel jenis-jenis mesin gambar:

 

Jenis

Lambang

Daerah Kerja (mm)

Kombinasi Skala

P (Jenis Pita)

L (Jenis Batang)

Jenis Ao-L

AO-L

> 1.000

400L-250L

500L-300L

Jenis A1-L

A1-L

> 800

400L-250L

400L-250L

Jenis A1-S

AO-S

> 710

300S-200S

300L-200L

 


<<< Kembali ke Sub-Bab G (Mal)




  Lanjutan BAB I

Peralatan dan Kelengkapan Gambar Teknik

G.    MAL

Mal atau sablon merupakan salah satu peralatan yang digunakan untuk memudahkan dalam pembuatan bentuk, seperti lengkungan, lingkaran elips dan lainnya, serta juga digunakan untuk membuat tulisan baik huruf ataupun angka.

1.    Mal Lengkung

Mal lengkung memiliki bentuk berupa lengkungan, digunakan untuk memebuat garis-garis lengkung yang sulit dibuat menggunakan jangka dan untuk memudahkan dalam pembuatan gambar teknik. Pada pembuatan garis lengkung menggunakan mal lengkung harus memperhatikan titik-titik mana saja yang akan dihubungkan.


Mal Lengkung

2.    Mal Bentuk

Untuk membuat gambar bangun datar seperti lingkaran, elips, segitiga, dan bentuk lainnya dapat dilakukan dengan  menggunakan mal bentuk. Penggunaan mal bentuk dalam membuat gambar teknik dapat memudahkan menggambar bentuk tertentu tanpa menggunakan alat gambar lainnya seperti jangka maupun penggaris.


Mal Bentuk

3.    Mal Huruf dan Angka

Sablon huruf atau mal huruf digunakan untuk membuat tulisan dengan huruf dan angka agar tulisan tersusun dengan rapih dan seragam. Terdapat beberapa ukuran mal huruf, mulai dari mal yang berukuran kecil hingga ukuran besar. Serta mal huruf berupa jenis huruf kapital (besar) dan huruf kecil.

Dalam menggunakan mal huruf, perlu diketahui bahwa huruf atau angka pada mal memiliki rongga yang berbeda-beda sesuai dengan besar kesilnya ukuran huruf. Oleh karena itu dalam membuat tulisan menggunakan mal huruf atau angka hendaknya menggunakan pensil atau rapido dengan ukuran yang sesuai dengan nomor mal.


Mal Huruf dan Angka


 <<< Kembali ke Sub-Bab F (Penghapus)

 Lanjut ke Sub-Bab H (Kelengkapan Gambar Teknik) >>> 

 Lanjutan BAB I

Peralatan dan Kelengkapan Gambar Teknik

F.    Penghapus

penghapus? Tahukah kamu cara menggunakan penghapus! Penghapus termasuk salah satu perlengkapan alat tulis yang digunakan untuk menghilangkan tanda yang dihasilkan dengan pensil. Untuk menjawab rasa ingin tahumu, ayo pelajari uraian materi berikut!

 

1.    Macam-macam Penghapus

Penghapus secara umum dibedakan menjadi dua macam, yaitu penghapus lunak untuk menghapus gambar pensil dan penghapus keras untuk menghapus gambar tinta.

a.      Penghapus Lunak

Penghapus lunak digunakan untuk menghapus goresan pensil. Untuk dapat menghapus dengan maksimal, menggunakan penghapus dengan mutu yang baik. Penghapus yang baik adalah dapat menghilangkan garis dari pensil maupun kotoran namun tidak merusak kertas.


Penghapus Lunak

b.      Penghapus Keras

Penghapus keras merupakan penghapus khusus yang digunakan untuk menghapus tinta. Dalam penggunaannya, penghapus keras sama seperti penghapus lunak, perbedaannya terletak pada material dan objek yang dihapus. Ketika melakukan penghapusan garis yang salah atau kotor, diusahakan tidak sampai merusak kertas gambar. Penghapusan dilakukan dengan cara gerakan satu arah (tidak bolak-balik) dan dianjurkan penekanan tidak terlalu kuat atau keras.


Penghapus Keras

 

2.    Pelindung Penghapus

Pelindung penghapus digunakan untuk melindungi garis atau bagian lain yang berdekatan dengan bagian yang akan dihapus. Alat ini memiliki beberapa lubang. Bagian yang tampak pada lubang saja yang akan terhapus, sedangkan bagian lainnya tetap terlindungi.

Pada umumnya pelindung poanghapus terbuat dari material plat alumunium atau plastik yang tipis. Pada pelindung penghapus terdapat beberapa bentuk lubang. Dalam penggunaannya harus sesuaikan dengan garis yang ingin dihapus pada gambar. Penggunaan pelindung penghapus adalah dengan meletakkan ai atas garis yang akan dihapus. Setelah pemakaian, pelindung penghapus perlu segera dibersihkan sebab terkadang sisa penghapus menempel pada pelindung penghapus.


Pelindung Penghapus

 

 <<< Kembali ke Sub-Bab E (Jangka)

 Lanjut ke Sub-Bab G (Mal) >>>

 

Lanjutan BAB I

Peralatan dan Kelengkapan Gambar Teknik

E.    Jangka


Jangka

 

Pernahkah kamu menggunakan jangka seperti gambar di atas? Tahukah kamu manfaatpenggunaan jangka? Jangka termasuk peralatan yang digunakan untuk membuat gambar lingkaran. Bacalah uraian materi berikut dengan cermat!

1.    Macam-macam Jangka


Macam-macam Jangka

Terdapat beberapa jenis jangka yang digunakan dalam menggambar dan penggunaannya disesuaikan dalam kebutuhan. Misalnya, jika akan menggambar lingkaran yang besar maka menggunakan jangka besar, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan besarnya ukuran radius, jangka dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain:

a.      Jangka Besar

Jangka ukuran besar digunakan untuk membuat lingkaran dengan diameter antara 100 mm sampai 200 mm.

b.      Jangka Sedang

Jangka ukuran sedang digunakan untuk membuat lingkaran dengan diameter antara 50 mm sampai dengan 100 mm.

c.       Jangka Kecil

Jangka kecil memiliki ukuran kecil yang digunakan untuk membuat lingkaran berdiameter antar 5 mm sampai dengan 50 mm.

d.      Jangka Orleon

Jangka orleon digunakan untuk membuat lingkaran yang sangat kecil seperti untuk membuat lingkaran yang berdiameter 1 mm sampai 5 mm.

 

2.    Bagian-bagian Jangka

Jangka memiliki 2 kaki yang terdiri dari satu kaki jarum dan kaki pensil (lead). Kaki jarum digunakan untuk menentukan sebuah titik pusat lingkaran, dan kaki pensil (lead) digunakan untuk membuat lingkaran. Perhatikan konstruksi jangka di bawah ini dengan cermat!


Bagian-bagian Jangka

 

3.    Cara Menggunakan Jangka

Untuk mendapatkan bentuk yang baik ketika menggambar dengan jangka, perlu diketahui cara-cara yang tepat dalam menggunakan jangka. Berikut cara penggunaan jangka.

a.      Menentukan jari-jari lingkaran atau lengkungan

Menentukan jari-jari dapat dilakukan dengan cara mengukur kedua ujung jangka (jarum dan pensil) dengan menyesuaikan skala ukuran pada penggaris.

b.      Menancapkan kaki jarum pada titik pusat dan menggambar lingkaran

Pastikan ketika menancapkan kaki jarum pada titik yang menjadi titik pusat, dan lead dalam posisi tegak lurus terhadap kertas gambar. Serta dipastikan kaki jarum tidak bergeser dari titik pusat.

c.       Memutar jangka dan menggambar lingkaran

Penggambaran lingkaran dilakukan dengan memutar ujung jangka dengan mempertahankan kaki jarum tetap pada satu titik dan lead menggoreskan pensil secara merata dengan ketebalan garis yang sama.

 

 <<< Kembali ke Sub-Bab D (Penggaris)

 Lanjut ke Sub-Bab F (Penghapus) >>>


Lanjutan BAB I

Peralatan dan Kelengkapan Gambar Teknik

D.    Penggaris

Pernahkah kamu menggunakan penggaris untuk menggambar teknik? Tahukah kamu macam-macam penggaris? Penggaris termasuk peralatan yang digunakan untuk membat garis lurus dan membuat kuran menjadi akurat. Agar menambah wawasanmu, ayo pelajari uraian materi berikut!

 

1.      Macam-macam Penggaris

Penggaris yang digunakan dalam menggambar teknik mempunyai bentuk dan kegunaan yang berbeda-beda. Beberapa jenis penggaris yang bisa digunakan dalam menggambar teknik antara lain sebagai berikut.

a.      Penggaris Segitiga

Penggaris segitiga mumunya sepasang yang terdiri atas dua buah segitiga siku-siku yang masing-masing penggaris memiliki sudut 90º, 60º, dan 30º, dan penggaris memiliki sudut 90º, 45º, dan 45º.

Penggaris segitiga pada gambar tenik digunakan untuk membuat garis tegak, miring ataupun sejajar, dan membuat garis yang membentuk sudut-sudut istimewa seperti sudut 30º, 45º, 60º, dan 90º.

Pada penggaris segitiga juga dilengkapi dengan skala ukuran dengan satuan panjang cm (centimeter) dan inchi yang dapat digunakan untuk mengukur maupun membuat garis dengan panjang tertentu.


Pengaris Segitiga

 

b.      Penggaris T

Penggaris T terdiri atas da bagian, yaitu bagian batang yang panjang dan bagian kepala yang pendek dengan membentuk sudut sebesar 90º. Penggunaan penggaris T ketika menggambar yakni dengan menekanan kepala penggaris pada bagian tepi meja gambar, dan menggesernya ke atas atau ke bawah.


Penggris T

 

2.      Penggunaan Penggaris Segitiga


Penggaris 45º Mendatar

 

Penggaris segitiga sepasang paling banyak digunakan untuk pembuatan garis-garis pada pembuatan gambar. Adapun jenis garis yang dibuat antara lain:

a.      Membuat garis tegak lurus

Membuat garis tegak lurus dapat dilakukan dengan sepasang penggaris segitiga. Berikut langkah-langah membuat garis tegak lurus:

1)     Letakkan penggarus 45º mendatar dengan posisi ke 1, seperti gambar di atas (Penggaris 45º Mendatar).

2)     Setelah itu, letakan penggaris 30º/60º rapat pada sisi bawah dan penggaris ditekan secukupnya supaya posisi tidak bergeser.



Penggaris 30º/60º rapat pada sisi bawah

 

3)     Buatlah garis sejajar sumbu x dengan geserkan penggaris 45º ke atas atau ke bawah, sesuai dengan kebutuhan seperti gambar di bawah ini. Pada saat memuat garis lurus kedua mistar dapat ditekan.


Membuat garis sejajar dengan sumbu x dengan geserkan penggaris 45º ke atas dan ke bawah

 

4)     Putarlah penggaris 45º menjadi posisi ke 2 untuk membuat garis yang sejajar dengan sumbu y atau garis yang tegak lurus dengan sumbu x.


Membuat garis sejajar dengan sumbu y atau garis tegak lurus dengan sumbu x

 

b.      Membuat garis vertikal dan sejajar

Pembuatan garis sejajar tegak dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut.

1)     Membuat garis lurus vertikal.


Membuat garis lurus vertikal

 

2)     Meletakkan dan merapatkan sisi penggaris kedua pada sisi yang lain dari penggaris pertama, seperti gambar di bawah.


Merapatkan pada sisi penggaris kedua

 

3)     Memindah penggaris kedua untuk membuat garis vertikal sejajar.


Membuat garis vertikal sejajar

 

c.       Membuat garis sejajar mendatar

Membuat garis sejajar mendatar dapat dilakukan dengan menggunakan sepasang penggaris segitiga. Berikut beberapa tahapan dalam membuat garis sejajar mendatar.

1)     Membuat sebuah garis mendatar, seperti gambar di bawah ini.


Membuat garis mendatar

2)     Kemudian, memposisikan dua sepasang penggaris segitiga dengan membentuk sudut 90º.


Membentuk sudut 90º

 

3)     Menjaga satu penggaris sebagai landasan, dan menggeser penggaris ke bawah atau ke atas.


Menggeser penggaris ke bawah atau ke atas

 

4)     Membuat garis menggunakan pensil sejajar secara horizontal, seperti gambar di bawah ini.


Membuat garis sejajar mendatar

 

5)     Mengulangi langkah ke 1 hingga langkah ke 4.

 

d.      Membuat garis miring sejajar

Membuat garis miring sejajar dengan menggunakan sepasang penggaris segitiga dapat dilakukan, seperti untuk membuat garis arsir. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membuat garis miring dan sejajar.

1)     Membuat sebuah garis miring.



Membuat garis sejajar mendatar

 

2)     Memposisikan dan merapatkan sisi penggaris kedua dengan penggaris pertama, seperti gambar di bawah ini.



Membuat garis sejajar mendatar

 

3)     Menjaga penggaris pertama agar tidak bergerak, dan menggeser penggaris kedua.



Menjaga penggaris pertama tidak bergerak

 

4)     Membuat garis miring yang sejajar dengan garis sebelumnya, dengan jarak yang sama, seperti gambar di bawah ini.



Membuat garis miring sejajar

 

5)     Untuk membuat garis yang sejajar, perlu menglangi langkah ke 1 hingga langkah ke 4.

 

e.      Membuat sudut

Pembuatan sudut dapat dilakukan dengan tanpa menggunakan busur derajat, melainkan menggunakan sepasang penggaris segitiga. Besarnya sudut yang dapat dibuat lansung antara lain: sudut 30º, 45º, 60º, 90º, 120º, 135º, dan 150º.

1)     Membuat sudut 30º atau 150º

a)      Memposisikan salah 1 sisi penggaris segitiga 45º mendatar.



Posisi mendatar penggaris segitiga 45º

 

b)      Membuat garis mendatar, seperti gambar di bawah ini.



Membuat garis mendatar

 

c)      Memposisikan penggaris segitiga 30º/60º membentuk sudut 30º serhadap sisi mendatar.



Posisi penggaris membuat sudut 30 derajat

 

2)     Membuat sudut 45º atau 135º

a)      Memposisikan salah 1 sisi penggaris segitiga 30º/60º mendatar.



Posisi mendatar penggaris segitiga 30º/60º

 

b)      Membat garis mendatar melalui sisi mendatar pada penggaris.

c)      Memposisikan penggaris segitiga membentuk sudut 45º.



Posisi penggaris membuat sudut 45 derajat

 

3)     Membuat sudut 60º atau 120º

a)      Memposisikan penggaris segitiga 45º seperti gambar berikut.



Posisi mendatar penggaris segitiga 45º

 

b)      Membuat garis melalui sisi datar penggaris.

c)      Meletakkan penggaris 30º/60º di atas sisi datar pada pengaris 45º.



Posisi penggaris membuat sudut 60 derajat

 

d)      Membuat sudut 30º/120º melalui sisi miring penggaris segitiga 30º/60º.

 

4)     Membuat sudut 90º

a)      Memposisikan sepasang penggaris segitiga.

b)      Membuat garis melalui kedua sisi penggaris yang membentuk siku, sebagaimana yang terlihat pada gambar berikut.



Posisi penggaris membuat sudut 90 derajat


 <<< Kembali ke Sub-Bab C (Kertas Gambar)

 Lanjut ke Sub-Bab E (Jangka) >>>