/***************************************** Anti Copy ******************************************/
Belajar Memang Membuat Lelah,
Namun Jika Tidak Pernah Belajar,
Maka Suatu Hari Nanti Hidup Kita Akan Jauh Lebih Melelahkan
WHAT'S NEW?
Loading...

Pengertian ESD (Electro Static Discharge) dan Cara Pencegahannya


Pengertian ESD (Electro Static Discharge) d
an Cara Pencegahannya – 
Electro Static Discharge atau sering disebut dengan ESD terjadi karena adanya pemindahan arus (charge transfer) dari satu benda ke benda lainnya. Contact (Penyentuhan) dan Separation (Pemisahan) adalah penyebab terjadinya pemindahan arus (charge) tersebut.

Contoh dari contact dan separation antara lain :

  • Saat kita berjalan, kaki kita tersentuh dan terpisah dari lantai
  • Saat kita menyisir, sisir akan bersentuhan dan berpisah dari kulit kepala
  • Saat kita mengetik, jari tangan akan menyentuh keyboard dan kemudian lepas dari keyboard tersebut

Setiap tahunnya perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang Industri perakitan elektronik mengalami kerugian Jutaan US Dollar yang dikarenakan oleh kerusakan komponen-komponen Elektronik. Menurut penelitian, sekitar 60% komponen-komponen elektronik yang rusak adalah disebabkan oleh ESD (Electro Static Discharge). Komponen-komponen Elektronik yang sensitif terhadap ESD adalah komponen-komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor seperti IC (Integrated Circuit), Transistor, Dioda, HLD (Hologram Laser Diode), CCD (Charge-Coupled Device).

Perpindahan arus disebut juga dengan tegangan dengan satuan Volt. Tegangan Statik (Static Electricity) berbeda dengan tegangan Dinamik (Dynamic Electricity) yang kita pakai untuk mengerakkan peralatan Elektronik. Hal ini dikarenakan Tegangan Statik (Static electricity) memiliki level arus/charge yang lebih rendah. Jadi agak sulit bagi manusia untuk merasakannya tetapi sangat berpengaruh terhadap kinerja Komponen Elektronik yang sensitif terhadapnya.

Kerusakan yang terjadi akibat ESD bisa terjadi langsung maupun terpendam (Latent defect)
Kerusakan langsung artinya komponen tersebut langsung rusak dan tidak dapat berfungsi saat melakukan Test/Inspeksi terhadap fungsi produk di produksi sedangkan Kerusakan  terpendam (latent defect) baru akan terjadi jika produk tersebut sudah terjual ke tangan konsumer. Kerusakan terpendam ini sangat sulit untuk dapat diketahui karena hanya sebagian dari kinerja komponen yang menjadi lemah atau rendah sehingga usia operasinya akan menurun. Kerusakan seperti ini menyebabkan kekecewaan pemakai/konsumer terhadap barang yang dibelinya. Di kondisi tertentu, kemungkinan akan membahayakan pemakai/konsumer.

Kerusakan akibat ESD menyebabkan Biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan bukan saja pada harga komponennya, juga menyebabkan terjadinya biaya perbaikan seperti upah buruh dan biaya pergantian komponen lainnya yang berkaitan dengan aktifitas perbaikan tersebut.



Hampir semua area produksi perakitan elektronik memerlukan proteksi (perlindungan) terhadap ESD, diantaranya :

  • Incoming area (tempat penerimaan)
  • Storage area (tempat penyimpanan)
  • Transfer carts (alat pemindahan, contohnya : trolley)
  • Manual and Automated Insertion (tempat pemasangan manual maupun auto/mesin)
  • Soldering Machine (Solder Mesin)
  • Assembly Equipments and Test Equipments (Peralatan perakitan dan peralatan Test)
  • Packaging (Pengemasan atau pengepakkan)
  • Shipping (Pengiriman)
  • Repair Stations (Tempat perbaikan produk)

Daerah yang dirancang untuk meminimalisasikan pengaruh ESD terhadap komponen-komponen Elektronik disebut dengan EPA yang merupakan kepanjangan dari ESD Control Protected Area.

4 Cara Mencegah Kerusakan akibat ESD

Terdapat 4 cara untuk menghindari dan mencegah kerusakan akibat pengaruh ESD :

1. Prevention of Charge generation (mencegah terjadinya pembangkitan arus)

Menghindari aktifitas yang mempunyai kemungkinan untuk membangkitkan arus di area produksi, seperti memindahkan Material atau peralatan yang mempunyai kemungkinan untuk membangkitkan arus di area produksi dan menggunakan Material Antistatic atau perlengkapan Antistatik di area produksi.

2. Dissipation of Charge (Menghilangkan arus)

Menggunakan Grounding untuk menghilangkan Arus. Grounding hanya dapat berfungsi pada material yang memiliki sifat konduktor yaitu bahan yang dapat menghantarkan listrik. Grounding adalah proses menghubungkan Arus Static ke bumi, seperti :

  • Memakai Wrist Trap pada manusia yang bekerja
  • Memasangkan Kabel Grounding dari Peralatan kerja ke Ground (bumi)
  • Memasangkan Kabel Grounding dari Antistatic Mate ke Ground (bumi)

3. Neutralization of Charge (Meng-Netralisasi-kan Arus)

Untuk bahan yang bersifat non-konduktor atau Insulator yaitu bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Kita harus memakai alat untuk menetralisasikan Electro Static Discharge dengan menggunakan alat yang dinamakan Ionizer. Ionizer adalah alat yang dapat mengeluarkan angin/udara dengan positif dan Negatif ION yang bertujuan untuk menetralisasikan ION di permukaan bahan tersebut.

4. Shielding from Electrostatic (Perlindungan Produk terhadap Elektrostatik)

Untuk melindungi dari produk yang sensitive terhadap pengaruh ESD, diperlukan pembungkusan (packing) agar produk tersebut tidak bersentuhan langsung dengan medan (area) atau bahan yang dapat membangkitkan arus static. Hal ini sangat diperlukan saat melakukan penyimpanan dan pengiriman produk yang setengah jadi (semi-products). Pembungkusan (packaging) untuk perlindungan ESD antara lain : Metalic Shielding bags, Antistatic Polybags, dan Antistatic Tray.

0 komentar:

Posting Komentar